Select Menu

Slider

Adsense Banner 970 x 90

Blog Archive

Footer W 2

Footer W 1

Footer W 3

Travel

Performance

‹
›

Cute

My Place

Slider

Racing

Popular Posts

Videos

Tidak diragukan, memiliki sperma dalam jumlah banyak dapat menghasilkan orgasme lebih lama,  termasuk meningkatkan hasrat seks. Nah, jika Anda ingin menyirami pasangan dengan cinta atau  ingin jadi calon ayah, inilah beberapa tips untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu dan jumlah  sperma:

1.       Kurangi hubungan intim dan masturbasi.
Banyak pria mengeluhkan spermanya sedikit dan encer. Semakin banyak ejakuasi, semakin  berkurang kepadatan sperma. Bila Anda melakukan hubungan intim setiap hari, atau lebih buruk  lagi masturbasi, akan berpengaruh pada jumlah dan kepadatan sperma.

2.       Hindari celana ketat dan air panas.
Usahakan testis berada pada suhu sejuk di banding bagian tubuh lain. Memakai celana dalam atau celana panjang ketat akan mengakibatkan suhu di sekitar testis jadi panas. Usahakan tidak  mengenakan celana dalam waktu tidur untuk menjaga suhu di bagian tubuh itu tetap sejuk.

3.       Asup makanan yang tepat.
Diyakini atau tidak, pola makan memengaruhi produksi sperma. Coba asup makanan rendah lemak  dan berprotein tinggi. Pilih sayuran dan jenis padi-padian yang baik bagi kesehatan.

4.       Berhenti merokok.
Jika Anda seorang perokok saat ini, berhentilah. Selain menyebabkan napas tak sedap, merokok juga dapat memengaruhi jumlah sperma. Penelitian menunjukkan, perokok memiliki jumlah sperma lebih sedikit dibanding pria yang tidak merokok.

5.       Coba suplemen alami.
Obat-obatan buatan pabrikan mungkin bisa menghalangi produksi sperma. Sebaliknya, suplemen  alami diyakini dapat meningkatkan produksi sperma. Asam amino L-carnitine, yang ditemukan  dalam daging merah dan susu, dan L-arginine, yang terdapat dalam kacang-kacangan, telur, daging, dan wijen, berkhasiat meningkatkan mutu sperma.

6.       Kurangi alkohol.
Alkohol dapat memengaruhi fungsi lever yang pada gilirannya menyebabkan peningkatan tingkat  estrogen. Jumlah estrogen yang tinggi dalam tubuh akan memengaruhi produksi sperma. Hentikan  minum alkohol bila Anda tidak ingin kehilangan produksi sperma.
-
       Problema seks sangat beragam. Gangguan bisa dimulai dari hasrat yang tidak menyala, sakit saat berhubungan intim, hingga gangguan ereksi. Banyak di antara gangguan itu dapat diatasi menggunakan obat dan terapi. Namun, salah satu gangguan seks yang tergolong sulit dihadapi adalah kecanduan. 
       Kecanduan seks (sexual addiction) sering dianggap bukan merupakan masalah bagi banyak orang. Padahal, bagi penderita dan pasangan hidupnya, gangguan itu bisa sangat merusak. Tidak hanya merusak kehidupan pribadi penderitanya, tetapi juga lingkungan sosial, keluarga, dan terutama pasangan hidup penderita (baca boks: Bentuk Kecanduan dan Akibatnya). 
     Menurut para ahli, kecanduan seksual adalah kegiatan seks yang sesuai ukuran kelaziman tergolong di luar kendali. Pengidap kecanduan seks merasa terdorong untuk mendapatkan dan membenamkan diri dalam kegiatan seksual, meski menyadari semua risiko yang mungkin dihadapi.
Seks bisa menimbulkan kecanduan sebagaimana alkohol dan obat-obat terlarang. Saat berkegiatan seks, tubuh melepaskan senyawa kimia yang membuat tubuh kita menjadi nyaman. Sejumlah orang menjadi kecanduan untuk mengeluarkan senyawa kimia ini dan menjadi terobsesi untuk mendapatkan lagi dan lagi dan lagi, rasa nyaman yang ditimbulkan. 
   Sebagaimana kecanduan terhadap yang lainnya, tubuh semakin terbiasa dengan terlepasnya senyawa kimia tersebut. Tubuh pecandu butuh jumlah yang semakin banyak, semakin banyak, dan semakin banyak, yang artinya merasa butuh ngeseks terus, tak pernah ada puasnya.  
      Di antara terpenuhinya kebutuhan seksual dan senyawa kimia yang tinggi, muncullah keterpurukan. Hal ini sering dikenali dengan adanya perasaan malu, menyesal, menderita, memelas, dan gelisah. Pengidap kecanduan bisa merasa terpencil, terisolasi, dan tak berdaya untuk mengubah perilakunya. Nah, seiring dengan terus berputarnya lingkaran tak berujung itu, pengidap kecanduan terus berupaya mendapatkan seks sebagai upaya untuk melarikan diri dari perasaan yang membelenggu.  

Lebih dari 6 Persen
Menurut perkiraan konservatif, tiga hingga enam persen dari populasi masyarakat mengidap kecanduan seks dan 20 persen di antaranya adalah wanita. Mereka berasal dari berbagai lapisan masyarakat. Namun, angka tiga hingga enam persen itu diperkirakan terlalu rendah dari jumlah pengidap sesungguhnya.
       Mengingat kecanduan seks lazim disertai dengan perasaan malu dan tercela, menurut situs milik Dr. Patrick Carnes, seorang konsultan dan pakar kecanduan seks terkemuka, www.sexhelp.com, pengidap jadi sering menemukan kesulitan untuk mendapatkan pertolongan. Karena alasan ini pula tipe profil penderita kecanduan seks sulit didapatkan. 
     Sejak dibukanya internet dengan aneka jasa layanan seksual yang murah tanpa harus membuka identitas diri peminatnya, para ahli hanya bisa tahu bahwa pengidap kecanduan seks itu meningkat tajam tanpa tahu persis jati diri mereka. Dengan terbatasnya layanan pertolongan bagi penderita, para ahli berpendapat jumlah penderita kecanduan seks itu akan terus meningkat. 
      Lalu, seperti apakah tanda-tanda dari mereka yang menderita kecanduan seks? Dr. Patrick Carnes mengisyaratkan adanya 10 kemungkinan tanda yang perlu diwaspadai:
1.     1.  Merasakan bahwa perilaku Anda tidak terkendali.
2.     2.  Sadar bisa muncul akibat yang parah bila Anda terus berlanjut dengan perilaku itu. 
3.     3.  Merasa tak sanggup menghentikan perilaku Anda meski sadar akan akibatnya.
4.     4.  Tetap memburu kegiatan yang destruktif dan/atau berisiko tinggi itu.
5.    5.  Terus berharap akan menghentikan atau mengendalikan apa yang Anda lakukan dan bertindak aktif                 untuk membatasi kegiatan berbahaya yang Anda lakukan. 
6.     6  Menggunakan fantasi-fantasi seksual sebagai cara untuk mengatasi perasaan atau situasi sulit. 
7.     7  Butuh ngeseks terus-menerus agar selalu merasa nikmat. 
8.     8  Menderita akibat perasaan yang terus bergejolak di seputar kegiatan seks.
9.    9.  Menghabiskan banyak waktu guna merencanakan, melakukan, atau menyesali dan melakukan lagi kegiatan seksual. 
10.  10.  Mengabaikan kegiatan sosial, kegiatan kantoran, dan kegiatan rekreasional yang penting demi seks.

Perlu Mengakui
Bila Anda melihat ada salah satu dari tanda-tanda di atas yang terdapat dalam perilaku Anda, langkah terpenting yang dapat dilakukan adalah mengakui bahwa kecanduan seksual adalah suatu problema yang nyata dan tidak bisa hilang begitu saja atau akan hilang dengan sendirinya. Anda harus memilih sikap bertanggung jawab secara pribadi demi pulihnya gangguan yang bisa jadi sedang Anda alami.
Umumnya pengidap gangguan seks memang merasa kesulitan untuk mengubah sendiri perilaku mereka. Namun, setidaknya sedikit demi sedikit Anda harus mampu meminimalisasi perilaku sebagaimana tergambar pada tanda-tanda di atas meski kadang siklus datangnya dorongan untuk mengulangi perbuatan terlalu kuat untuk dilawan. Seorang terapis profesional dapat membantu Anda untuk memahami apa yang sesungguhnya terjadi dan mendorong Anda mengambil langkah untuk berubah menuju ke gaya hidup seksual yang lebih sehat.
Sebaliknya, bila Anda menduga bahwa pasangan hidup Anda adalah penderita kecanduan seks, sudah seharusnya Anda membantu untuk mengubah perilaku tersebut. Sikap mental yang perlu Anda persiapkan untuk diri sendiri adalah, tak seorang pun akan sembuh dari kecanduan kecuali menerima bahwa mereka mengidap suatu gangguan dan ingin berubah. Karena itu, bantulah memperkuat tekad pasangan Anda yang kecanduan agar semakin kuat kemauannya untuk melakukan perubahan.
Memang repot, menyakitkan, dan membingungkan punya pasangan yang kecanduan seks. Kalau di masyarakat Barat, bahkan tersedia bantuan bagi mereka yang memiliki pasangan pecandu seks. Bantuan itu bisa bersifat pribadi maupun dalam bentuk kelompok pendamping (support group). Nah, meski di sini belum tersedia layanan seperti itu, Anda bisa ngintip-ngintip mencari wawasan, misalnya saja ke Sex Addicts Anonymous, situs internasional yang menyediakan informasi bantuan dari Inggris di www.saa-recovery.org atau di British Association of Sexual and Relationship Therapists, yang menawarkan direktori terapis seks pribadi di: www.basrt.org.uk.


Bentuk Kecanduan dan Akibatnya
Kecanduan seks dapat memperlihatkan berbagai bentuk, tetapi umumnya dikenali dari perilaku yang terasa di luar kendali. Perilaku ini mencakup:
·         1.  Menghabiskan banyak waktu untuk menikmati produk-produk pornografi
·         2.  Masturbasi tak terkendali
·         3.  Ekshibionisme
·         4.  Voyeurisme
·         5.  Fetishes
·         6.  Seks berisiko tinggi
·         7.  Pelacuran
·         8.  Telepon seks dan ngeseks lewat internet
·         9.  Perselingkuhan
·         10.  Berhubungan seks dengan pasangan yang baru saat itu dikenal

Menurut Dr. Carne, survei mengungkapkan akibat dari perilaku kecanduan seks antara lain:
70 persen mengalami gangguan yang parah dengan pasangan hidupnya
40 persen kehilangan pasangan hidup
27 persen kehilangan peluang dalam karier
40 persen mengalami kehamilan yang tak diinginkan
72 persen terobsesi ingin bunuh diri
17 persen mencoba bunuh diri
68 persen terkena penyakit menular seksual.



Kala usia bertambah, kulit kita akan menipis dan berkerut. Produktivitas kelenjar minyak dalam lapisan kulit makin menurun, sehingga kulit jadi kering. Jumlah pembuluh darah di kulit juga menurun, sehingga kulit jadi lebih lemah. Kilau masa muda pun memudar.

Perawatan yang tepat akan menghambat proses penuaan itu. Berikut ini kebiasaan sederhana yang dapat membantu kulit tetap sehat dan berkilau.

1.    Lindungi dari cahaya matahari
Sinar matahari merusak kulit dan menyebabkan kerut dalam, kering, kasar, berbintik hitam, dan dapat memicu kanker. Untuk itu sebaiknya Anda:
-    Menghindari matahari antara pukul 10.00 sampai 16.00. 
-    Kenakan pakaian pelindung. Pilih baju lengan panjang, celana panjang, dan topi lebar.
-    Kenakan tabir surya 20 menit sebelum beraktivitas di luar. Kenakan kembali setiap dua jam
setelah berkeringat hebat atau berenang.

2.    Jangan merokok
Rokok mempercepat proses penuaan kulit dan menyebabkan kerut. Perubahan itu dapat dilihat jelas
pada orang dewasa muda yang merokok setidaknya selama 10 tahun.  

Rokok juga mempersempit pembuluh darah di lapisan terluar kulit, sehingga kulit kekurangan gizi dan oksigen. Ini akan menurunkan elastisitas dan kekuatan kulit. Kebiasaan menyedot rokok dan memicingkan mata saat mengembuskannya potensial menyebabkan kerut.

3.    Basuh dengan lembut
-    Gunakan air hangat, jangan terlalu panas. Air panas menghilangkan minyak alami kulit. Batasi mandi air panas kurang dari 15 menit.
-    Hindari sabun yang terlalu keras. Ini juga akan membabat minyak dalam kulit. 
-    Hindari kosmetik penyebab alergi, terlebih jika kulit Anda sensitif. 
-    Setelah dibasuh, keringkan muka dengan lembut. Handuk cukup ditekan-tekan ke muka supaya kelembaban kulit tak berkurang.

4.    Beri pelembab
Kebutuhan akan pelembab bergantung pada banyak faktor, seperti usia dan jenis kulit. Cara terbaik untuk menilai kebutuhan itu, yakni menunggu 20 menit setelah mandi. Jika kulit terasa kencang, tandanya Anda butuh pelembab. @diy

NEWYORK, KOMPAS.com — Para ilmuwan di Amerika Serikat belum lama ini menemukan sejenis zat yang terkandung dalam air susu ibu yang memiliki potensi besar mengatasi problem jerawat.
Zat alami ini bernama asam laurik (lauric acid), yang kadarnya dalam air susu ibu (ASI) mencapai sekitar 45-50 persen. Dikenal sebagai zat antibakteri, asam laurik juga ditemukan dalam minyak kelapa murni atau VCO.
Penemu zat ini, Dissaya Pornpattananangkul, seorang peneliti bioengineering dari Universitas of California, menyatakan, asam laurik dapat menyelamatkan jutaan remaja di dunia. Zat ini bakal menjadi harapan baru dalam pengobatan jerawat karena sifatnya alami dan aman.
Lewat risetnya, Dissaya membuktikan bahwa pengobatan menggunakan krim wajah yang mengandung zat ini tidak menimbulkan efek samping. Tak seperti halnya pengobatan lain saat ini yang dapat menyebabkan kulit kemerahan, kepanasan, dan terbakar. Salah satu kelebihan penemuan Dissaya adalah mengombinasikan asam laurik dengan "gold nanoparticles".  Partikel-partikel nano inilah yang membuat asam laurik tidak saling melekat ketika diproses berbentuk krim dan kemudian dapat berpisah dengan cepat ketika dioleskan pada kulit.
"Partikel nano juga dapat membantu liposom menentukan bakteri penyebab jerawat berdasarkan kondisi kulit, termasuk  pH (keasaman)," ujarnya.
Bersama timnya, Dissata berencana melakukan pengujian krim kulit ini pada manusia. Sejauh ini mereka telah berhasil memenuhi sejumlah syarat untuk memperoleh izin pengujian karena produk ini dibuat dari bahan alami dan telah termasuk dalam daftar aman.
v
BANDUNG, KOMPAS.com - Selain diagnosis dini, salah satu pendekatan terbaik dalam memerangi kanker adalah dengan pencegahan. Pada kasus kanker kolorektal (usus besar), bukti menunjukkan sebagian besar disebabkan karena faktor pola makan.

Berapa pun usia Anda, tidak pernah ada kata terlambat untuk melakukan sesuatu yang bisa mencegah terjadinya kanker. Berikut beberapa faktor penyebab kanker kolorektal yang masih bisa kita kendalikan:

1. Kontak dengan zat-zat kimia tertentu seperti logam berat, toksin, ototoksi, serta gelombang elektro magnetic

2. Pola makan yang buruk, misalnya terlalu banyak mengonsumsi daging merah dan lemak namun tidak diimbangi dengar buah dan sayuran segar yang mengandung serat.

3. Lemak jenuh. Mereka yang hobi mengonsumsi pola makan dengan lemak tinggi beresiko lebih besar terkena kanker usus. Setiap hari tubuh hanya memerlukan 30 % kalori yang berasal dari lemak.

4. Minuman beralkohol. Usus dapat mengubah alkohol menjadi asetilaldehida yang meningkatkan risiko menderita kanker kolon

5. Obesitas. Penelitian menunjukkan, kegemukan (obesitas) merupakan faktor risiko untuk kanker prostat, kolon, rektum, dan kanker payudara.

6. Bekerja sambil duduk seharian

7. Kurangnya aktifitas fisik seperti berolahraga.

Bagaimana dengan merokok? dr.Aru W Sudoyo, Sp.PD, staf pengajar pada Departemen Penyakit Dalam FK UI, mengatakan tidak ada hubungan langsung antara merokok dengan kanker usus besar. Namun demikian, perokok memiliki risiko berkisar 1,5 hingga 3 kali lebih besar untuk terkena kanker usus besar.

 Bagi kaum pria, penyakit impotensi atau dikenal dengan istilah medis sebagai disfungsi ereksi, merupakan penyakit paling memalukan dan paling menyedihkan. Sudah cukup banyak pria yang mengalami impotensi namun kerap belum mengalami penyembuhan berarti.
Pakar seks terkemuka Dr Boyke Dian Nugraha, Sp.OG, MARS, mengatakan penyakit disfungsi ereksi alias impoten tetap bisa disembuhkan. "Tentu, yang namanya impoten itu paling memalukan dan menyedihkan buat pria. Tapi apapun itu penyakit seks, impoten, frigid, dan sebagainya tetap bisa disembuhkan," kata Dr Boyke dalam acara talkshow dan peluncuran bukunya bertema "It's All About Seks" di toko buku Gramedia, Matraman, Jakarta Timur, Minggu (18/4/2010).
Boyke menjelaskan, salah satu faktor utama penyebab impotensi justru berasal dari faktor psikologis seseorang. Permasalahan yang bisa menimbulkan tekanan psikologis seperti stres bisa membawa dampak sampai ke "urusan ranjang". "Lima puluh persen itu karena faktor psikologis. Banyak faktor, mulai dari istri galak, kena PHK, masalah ekonomi, dan sebagainya, akhirnya jadi terbawa dan jadi masalah," tuturnya.
Sementara 50 persen faktor lainnya, disebabkan oleh masalah secara fisik. Berbagai penyakit yang diderita seseorang bisa berdampak kepada kehidupan seksualnya, termasuk untuk bisa ereksi. "Sisanya ini karena kelainan fisik. Terbagi-bagi bisa dari kelainan fisik, darah tinggi, hipertensi, diabetes, kolestrol, asam urat, kelainan pembuluh darah dan saraf, dan trauma luka tulang blakang," terangnya.
Meski demikian ia meyakinkan, impotensi tetap dapat disembuhkan dengan metode pengobatan yang tepat. Impotensi karena faktor psikologis, misalnya, dapat disembuhkan dengan konsultasi ke dokter dan terapi. "Pasien impoten memang mengalami rendah diri dan malu. Maka perlu terapi ke dokter, juga misalnya, olah raga, makan makanan yang sehat, berhenti merokok dan minuman keras," tuturnya.
Ia juga menegaskan, tidak perlu mencoba-coba pengobatan alternatif yang tidak jelas hasilnya. Ditakutkan, bukannya mengobati, pengobatan alternatif tersebut justru memperparah penyakit. "Enggak bisa, walaupun kita ke Mak Erot, makan tangkur buaya, darah ular, dan sebagainya, tetap enggak bisa disembuhkan. Nanti malah memperparah. Datanglah ke dokter, penyakit seks itu bisa diobati," tuturnya.


Culture and Health offers an overview of different areas of culture and health, building on foundations of medical anthropology and health behavior theory. It shows how to address the challenges of cross-cultural medicine through interdisciplinary cultural-ecological models and personal and institutional developmental approaches to cross-cultural adaptation and competency. The book addresses the perspectives of clinically applied anthropology, trans-cultural psychiatry and the medical ecology, critical medical anthropology and symbolic paradigms as frameworks for enhanced comprehension of health and the medical encounter. Includes cultural case studies, applied vignettes, and self-assessments.

-