Select Menu

Slider

Adsense Banner 970 x 90

Blog Archive

Footer W 2

Footer W 1

Footer W 3

Travel

Performance

Cute

My Place

Slider

Racing

Popular Posts

Videos

Pencak silat adalah seni bela diri Indonesia asli yang telah berumur  berabad-abad dan diwariskan secara turun- temurun dari generasi satu ke generasi berikutnya.
Pada zaman dahulu ketika manusia masih berdampingan dengan binatang, jalan kita membedakan antara manusia dengan hewan yang sama-sama mencari makan pada waktu itu, maka terdapat perbedaan yang nyata pada manusia yang keadaan tubuhnya sangat lemah bila dibandingkan dengan apa yang dipunyai oleh binatang. Misalnya singa, harimau, srigala dan sebagainya. Mereka memiliki taring yang tajam, kekuatan yang besar dan kuku-kuku yang kuat sekali. Kerbau, sapid an banteng memiliki tanduk yang besar dan kokoh, kuda dan rusa memiliki kuku yang keras laksana besi, sedangkan beruang memiliki tenaga yang besar dan luar biasa. Sebaliknya manusia memiliki kuku yang tumpul dan gampang robek, gigi yang tidak tajam, tenaga tidak besar dan kulitnya tipis, namun manusia memiliki keistimewaan lain yaitu mahluk yang berfikir. Tanpa adanya otak yang baik inilah manusia akan musnah dimangsa oleh binatang, tetapi dengan adanya otak inilah maka keadaan akan menjadi sebaliknya, yaitu manusia yang memunahkan dan memakan bianatang.
Di zaman purba ketika otak manusia belum berkembang dengan baik dan hidup meereka di pepohonan di dalam goad an sebagainya. Apabila bertemu dengan binatang buas, manusia hanya menggunakan tenaganya yang ada padanya untuk melawan hewan tersebut. Karena tenaganya yang tidak imbang atau manusia memang hanya memiliki tenga yang jauh lebih rendah ketimbang hewan maka manusia sering kalah dengan hewan tersebut. Apabila menangpun kondisi keadaan badannya menderita sangat berat. Ia banyak membutuhkan waktu untuk menyembuhkan luka dari badannya dari luka-luka dan kembalinya tenaga yang telah hilang karena digunakan melampaui batas.
Karena peristiwa tersebut tidak hanya berulang tiga atau empat kali, maka manusiapun sadar akan hal itu. Dan dari itu maka mulailah manusia menggunakan akalnya untuk memperkecil bahaya saat keluar mencari makanan. Pada mulanya manusia melemparkan batu kearah lawan (binatang) yang ditemuinya ketika pencarian makan, yang merupakan perkelahian jarak jauh. Kemudian saat jarak dekat manusia mencontoh gerakan-gerakan hewan saat berkelahi, dari gerakan-gerakan tersebut, menyerang dan menangkis maka terciptalah jurus harimau. Lalu melihat lagi burung merak yang menyerang musuhnya, lalu terciptalah permainan merak. Lalu melihat katak melompat dari sergapan lawan lalu terciptalah loncatan katak, lalu melihat seekor kera yang bertempur dan memanjat, mengelakan serangan lawan, lalu meloncat dengan cekatan dan lincah sehingga manusia dapat meniru bagaimana hebatnya gerakan kera.
Sejak waktu itu manusia sudah tidak mudah lagi dikalahkan karena sudah dapat meloncat, memukul, menendang, mengelak dan lain-lain. Bahkan dalam mempercepat proses mengalahkan lawan-lawannya maka manusia menciptakan senjata untuk melengkapi beladiri yang telah dimilikinya, yaitu berupa alat yang sederhana yaitu berupa kayu untuk pentungan, batu lancip untuk mata tombak, pisau dan sebagainya.
Setelah peradaban lebih maju, maka seiring dengan itu pun bela-diri menjadi lebih sempurna. Dan senjata yang digunakan pun lebih berkembang dan maju, seperti toya, blati, trisula, rambik dan sebagainya. Dan beladiri tersebut dinamakan PENCAK SILAT.
Kemudian dari kumpulan orang-orang yang menjuarai beladiri tersebut, maka mereka membentuk sebuah perguruan-perguruan untuk diajarkan kepada siapa saja yang membutuhkan.
Pada zaman ketika Indonesia masih dalam era kerajaan, para bangsawan dan kesatria berguru pencaksilat, disamping mempelajari ketatanegaraan dan kesusastraan. Pada saat itu kerajaan-kerajaan tidak mudah ditaklukan oleh kerajaan-kerajaan lain, hal ini menunjukkan bahwa bela diri yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sudah pada tingkat tinggi, sehingga dapat dipakai untuk mempertahankan diri dari serangan musuh.
Tidak diragukan, memiliki sperma dalam jumlah banyak dapat menghasilkan orgasme lebih lama,  termasuk meningkatkan hasrat seks. Nah, jika Anda ingin menyirami pasangan dengan cinta atau  ingin jadi calon ayah, inilah beberapa tips untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu dan jumlah  sperma:

1.       Kurangi hubungan intim dan masturbasi.
Banyak pria mengeluhkan spermanya sedikit dan encer. Semakin banyak ejakuasi, semakin  berkurang kepadatan sperma. Bila Anda melakukan hubungan intim setiap hari, atau lebih buruk  lagi masturbasi, akan berpengaruh pada jumlah dan kepadatan sperma.

2.       Hindari celana ketat dan air panas.
Usahakan testis berada pada suhu sejuk di banding bagian tubuh lain. Memakai celana dalam atau celana panjang ketat akan mengakibatkan suhu di sekitar testis jadi panas. Usahakan tidak  mengenakan celana dalam waktu tidur untuk menjaga suhu di bagian tubuh itu tetap sejuk.

3.       Asup makanan yang tepat.
Diyakini atau tidak, pola makan memengaruhi produksi sperma. Coba asup makanan rendah lemak  dan berprotein tinggi. Pilih sayuran dan jenis padi-padian yang baik bagi kesehatan.

4.       Berhenti merokok.
Jika Anda seorang perokok saat ini, berhentilah. Selain menyebabkan napas tak sedap, merokok juga dapat memengaruhi jumlah sperma. Penelitian menunjukkan, perokok memiliki jumlah sperma lebih sedikit dibanding pria yang tidak merokok.

5.       Coba suplemen alami.
Obat-obatan buatan pabrikan mungkin bisa menghalangi produksi sperma. Sebaliknya, suplemen  alami diyakini dapat meningkatkan produksi sperma. Asam amino L-carnitine, yang ditemukan  dalam daging merah dan susu, dan L-arginine, yang terdapat dalam kacang-kacangan, telur, daging, dan wijen, berkhasiat meningkatkan mutu sperma.

6.       Kurangi alkohol.
Alkohol dapat memengaruhi fungsi lever yang pada gilirannya menyebabkan peningkatan tingkat  estrogen. Jumlah estrogen yang tinggi dalam tubuh akan memengaruhi produksi sperma. Hentikan  minum alkohol bila Anda tidak ingin kehilangan produksi sperma.
-


setelah artikel kemaren tentang tips mengurangi dampak pemanasan global, pada kesempatan ini mari kita bicara tentang dampak pemanasan global itu sendiri. Bila terlintas dalam benak kita, wah, aduh, gimana ya? Semua itu adalaah pertanyaan yang pasti akan keluar dalam benak kita. Seperti yang telah kita saksikan saat iini dampak yang telah dirasakan oleh ibu kota kita yaitu JAKARTA.

Bila kita lihat pada saat ini jkarta yang katanya ibu kota dan yang seharusnya menjadi contoh buat kawasan bagian, kok malah yang pertama mendapat imbas dari pemanasan global itu sendiri. Akibat dari apa semua itu? Krisis air, polusi udara yang sudah tidak manusiawi, polusi suara yang tidak jarang telah merusak telinga para pengemudi…!!!

Biar pembaca mengerti dengan alur pembicaraan saya mari kita simak artikel berikut yang saya kutip dari kompas.com.

Krisis air bersih di Jakarta semakin luas. Setelah pasokan air baku dari Waduk Jatiluhur berkurang 40 persen, kini pompa air di Instalasi Pompa Air Pulogadung atau IPA terendam dan menyebabkan 14 kecamatan tidak mendapat pasokan air bersih sama sekali.

"Kami baru saja mengeringkan air yang merendam pompa air di IPA Pulogadung. Perbaikan pompa itu diperkirakan akan selesai dalam dua hari ke depan," kata Sekretaris Perusahaan PT Aetra Air Jakarta, Yosua L Tobing, Kamis (6/5/2010).   

Menurut Yosua, terendamnya pompa itu menyebabkan air yang diproduksi IPA Pulogadung tidak dapat didistribusikan. Masalah ini memperparah krisis air bersih di Jakarta, yang diakibatkan menurunnya pasokan air baku.  

Jika sebelumnya sekitar 40 persen pelanggan di wilayah kerja PT Aetra tidak mendapat air, maka kini lebih dari 66 persen tidak mendapat distribusi air bersih.

Untuk mengatasi masalah itu, PT Aetra menambah kapasitas produksi IPA Buaran, dari 4.400 liter per detik menjadi 5.100 liter per detik. PT Aetra juga menerapkan sistem giliran distribusi air bersih supaya tidak ada kawasan yang tidak mendapat air berhari-hari.

Sistem giliran distribusi air juga diterapkan oleh PT PAM Lyonaisse Jaya (Palyja). Palyja juga mengoptimalkan distribusi air curah yang dipasok dari Tangerang dan produksi IPA Cilandak.

Direktur Pelayanan Konsumen PT Palyja Budi Susilo mengatakan, pasokan air belum pulih karena perbaikan pompa air di Curug, Purwakarta, belum selesai. PT Palyja dan PT Aetra mengirimkan tim untuk membantu Perum Jasa Tirta II, yang mengelola saluran air itu, untuk memperbaiki pompa dan mengeruk lumpur yang merendam.   

Yosua mengatakan, perbaikan pompa diperkirakan membutuhkan waktu sekitar seminggu lagi. Lumpur setinggi lima meter itu mengisi saluran berkedalaman tujuh meter.  

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo memerintahkan pengoperasian mobil tangki untuk meringankan dampak krisis air bersih, terutama untuk rumah sakit dan fasilitas publik lainnya. PT Palyja mengerahkan 21 mobil tangki. Adapun PT Aetra mengerahkan 13 mobil tangki air.

Heeeeeeeeeeeeiiiiiiit, segitu aja artikelnya ya….

Kenapa kok air bersih musti diambil / transfer atau kurangkah perairan kita ini? Sebenarnya tidak juga, kalau kita lihat di beberapa Negara maju yang background negaranya kekurangan air, tapi mengapa mereka tetap bisa menggunakan air dengan maksimal. Itu tandanya Negara ini adalah Negara consumer tanpa berusaha daur ulang. Dengan kata lain kita selalu mengambil manfaat dari alam, kita selalu memaksa untuk memuaskan keinginan kita, tapi kita tidak mengerti akan keadaan alam itu sendiri. Sungguh menyedihkan ya…????

Kita biarkan bangunan megah berdinding kaca utuh tegak dan kokoh, tapi kita tidak membarenginya dengan tetanaman atau pepohonan yang bisa mengantisipasi keadaan yang memungkinkan akan membawa bencana tersendiri nantinya dari bangunan-bangunan megah tersebut.

Kalau sudah begini lalu bagaimana usaha kita? Apakah kita akan berdiam diri dan melihat kekacauan merajalela di Negara kita yang katanya adalah Negara agraris? Negara agraris kok kekurangan air. Apa kata dunia????

Marilah kita sadar dengan apa yang kita perbuat sekarang. Marilah mulai dari hal-hal yang kecil dulu untuk mewujudkan Negara kita ini agar semua rakyatnya dapat hidup makmur sehat dan sejahtera.

Contoh kecil saja, mari buang sampah di tempatnya… dan ayo galakan reboisasi… bukan hanya reboisasi yang sering kita katakan sebagai penghijauan, namun kita juga harus mereboisasikan diri kita agar sadar akan guna kebersihan dan imbas dari kelalaian kita tentang kondisi alam sekitar kita….

Kasian alam kita, dia kan udah tua, kalau bukan kita yang ngurus siapa lagi, toh kita juga yang tinggal dalam isi dunia ini….

Singkat kata, mari kita sadar akan penting nya pemeliharaan alam, and so, say no to only consume